Minggu, 31 Oktober 2010

BAAK ONLEN

TUGAS SOFTSKILL
NAMA : MUHAMMAD WILDAN. A
KELAS : 1 EB 11
NPM : 24210615

BAAK ONLINE
(Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan)
BAAK (Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan)Universitas Gunadarma adalah biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di Universitas Gunadarma dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Bagian yang terdapat di BAAK antara lain :

1.BAAK Fakultas (Ilmu Komputer, Ekonomi, Teknik Sipil & Perencanaan, Teknologi Industri, Psikologi, dan Sastra).
2.Bagian Ujian Semester dan Bank Soal.
3.Bagian Koordinasi Perkuliahan : Sub bagian jadwal kuliah, Sub bagian koordinasi mata kuliah dan penasihat akademik, sub bagian penghubung dan pendamping dosen.
4.Bagian monitoring kuliah : Sub bagian monitoring kehadiran dosen, dan Sub bagian monitoring keharidan mahasiswa.
Kelebihan dan Kekurangan BAAK Online
1. Kelebihan BAAK Online
Berikut ini akan disebutkan kelebihan-kelebihan BAAK Online Universitas Gunadarma :
- Tidak perlu repot
- Menghemat waktu
- Hemat biaya & tenaga
- Cepat dan akurat
2. Kekurangan BAAK Online
Kekurangan layanan BAAK Online adalah sebagai berikut :
- Terkadang server suka Down
- Koneksi yang lambat membuat informasi yang diterima juga lambat
- Pemberian informasi yang diberikan terkadang kurang memuaskan
Berikut ini merupakan fitur-fitur yang terdapat di BAAK Online :
FAQ (UGPEDIA) –> Merupakan suatu akademika khususnya dan bagi masyarakat umumnya, disini anda dapat mencari dan memberi arah informasi yang berkaitan dengan Universitas Gunadarma, mulai dari pendaftaran, perkuliahan, alumni, prosedur-prosedur, fasilitas serta hal-hal yang berhubungan dengan istilah yang sering ditemui di lingkup pendidikan universitas.
Situs SAP (Satuan Acara Perkuliahan) –> Ialah yang berisi pembagian materi suatu matakuliah tiap kali kuliah (setiap pertemuan). SAP berisi rincian materi kuliah setiap pertemuan kuliah dan berikut tujuan belajarnya serta buku-buku acuan untuk belajar.
Situs Jurusan –> Di menu layanan ini mahasiswa dapat mengetahui lebih dalam lagi tentang jurusan yang diambilnya. Karena di menu layanan ini terdapat pengenalan jurusan, kegiatan & berita, layanan jurusan, pengajaran, dosen, dll.
Kalender Akademik –> Disini mahasiswa dapat mengetahui apa saja kegiatan-kegiatan yang akan diadakan dalam setiap tahun ajarannya.
Jadwal Akademik –> Universitas Gunadarma ternyata juga menyediakan fitur jadwal akademik di BAAK Online ini. Jadi untuk para mahasiswa/i yang lupa dengan jadwalnya tidak perlu repot-repot untuk melihat di mading kampus, karena sudah ada menu layanannya di BAAK Online ini (jadi lebih praktis kan).
Info Mahasiswa –> Mahasiswa juga dapat mengetahui tentang infonya masing-masing (Nopend, NPM dan Jurusan) di menu layanan ini, mahasiswa dapat mencari informasinya dengan hanya menuliskan nama atau kelasnya.
Daftar Kelas Baru –> Di fitur ini juga hampir sama dengan info mahasiswa. Hanya tinggal menuliskan Nama, NPM, atau Kelas, mahasiswa akan dapat mengetahui Kelas Baru untuk menjalankan kegiatan kuliahnya.
Buku Pedoman –> adalah fitur yang didalamnya terdapat beberapa file yang berformat (.pdf) untuk dapat dibaca oleh pengunjung/ mahasiswa. Didalam menu layanan Buku Pedoman ini terdapat beberapa file, diantaranya : BUKU PEDOMAN TATA KRAMA DOSEN, BUKU PEDOMAN TATA KRAMA MAHASISWA, BUKU PEDOMAN KEMAJUAN BELAJAR, dll.
News –> di fitur ini terdapat semua berita terbaru yang diterbitkan oleh Universitas Gunadarma.
Info Pelayanan –> di menu layanan ini terdapat 2 sub domain, yaitu Perkuliahan dan Ujian, serta Administrasi Akademik. Di menu Perkuliahan dan Ujian mahasiswa dapat mengetahui tentang jadwal ujian, jadwal kuliah, pengurusan ujian bentrok, formulir rencana studi, dll (dicantumkan juga syarat-syarat dan info jadwal kuliah/ jadwal ujian). Sedangkan di menu Administrasi Akademik mahasiswa dapat mengetahui prosedur dan syarat-syarat dalam Daftar ulang, Pengecekan Nilai, Pindah Waktu Kuliah, Pindah Jurusan, dll.
Kontak Kami –> adalah menu layanan untuk melaporkan jika ada kesalahan data atau data yang tidak akurat.
Lokasi BAAK :
KAMPUS D gedung 4 lantai 11 MARGONDA, DEPOK
KAMPUS J KALIMALANG, BEKASI
http://gendianbarranp.wordpress.com/2010/10/27/baak-online-universitas-gunadarma/
http://ethwine21.wordpress.com/2010/10/29/baak-online/

Senin, 25 Oktober 2010

BISNIS GLOBAL

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr
Puji syukur senantiasa saya panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, yang telah memberikan rahmat dan karunianya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah bisnis internasional ini sesuai waktu yang ditentukan.

Saya menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat di dalam makalah ini, oleh karena itu saya memohon kepada para pembaca untuk dapat memberikan tanggapan / masukan maupun saran yang sifatnya membangun agar makalah ini menjadi lebih baik.

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada bapak/ibu dosen dan teman-teman yang telah memberikan dorongan yang sangat berarti kepada saya dalam pembuatan makalah ini.

Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamualaikum Wr.Wb.


Depok,23 januari 2008
Penulis



MUHAMAD WILDAN A





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A. Arti perdagangan ................................................................................ 1
B. Mencermati arah kebijaksanaan ekonomi SBY – JK.................. 2
BAB II BEBERAPA PENGARUH BISNIS GLOBAL ................................................................ 4
1. Pengaruh perdagangan terhadap konsumsi..................................... 4
2. Pengaruh perdagangan terhadap produksi ...................................... 6
3. Pengaruh perdagangan terhadap distiribusi pendapatan.............. 9
BAB IV KESIMPULAN ..................................................................................... 12










BAB I
PENDAHULUAN

D
bukanya suatu perekonomian terhadap hubungan luar negeri mempunyai konsekuensi yang luar terhadap perekonomian dalam negeri. konsekuensi ini mencakup aspek ekonomis maupun nonekonomis, dan bisa bersifat positif maupun negative bagi negara yang bersangkutan. Semua ini perlu kita kaji sebelum kita bisa mengatakan apakah perdagangan luar negeri bermanfaat atau tidak bagi suatu Negara.


A. ARTI PERDAGANGAN

Perdagangan atau pertukaran mempunyai arti khusus dalam ilmu ekonomi. Perdagangan diartikan sebagai proses tukar-menukar yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing pihak. Pertukaran yang terjadi karena paksaan, ancaman perang dan sebagainya tidak termasuk dalam arti perdagangan yang dimaksud disini.
Mengapa hal tersebut penting ?
Sebab perdagangan dalam arti khusus tersebut mempunyai impliksi yang sangat fundamental, yaitu bahwa perdagangan hanya akan terjdi apabila paling tidak ada satu pihak yang memperoleh keuuntungan / manfaat dan tidak ada pihak lain yang merasa dirugikan. Ini selanjutnya berarti bahwa perdagangan, bila terjadi, adalah sesuatu yang selalu baik.Bahkan kalau kita mengikuti kaum klasik dan neoklasik kita bisa menarik imfplikasi lebih lanjut, yaitu bahwa perdagangan bebas aytau pertukaran bebas atau free trade akan memberikan manfaat tambahan yang maksimal.
Jadi motif atau dorongan bagi orang untuk melakukan tukar menukar adalah adanya kemungkinan diperolehnya manfaat tambahan tersebut. Manfaat ini disebut manfaat dari perdagangan atau gains from trade. Singkatnya motif dari pertukaran adalah adanya kemungkinan memperoleh “gains from trade”.

B. MENCERMATI ARAH KEBIJAKAN EKONOMI PEMERINTAH SBY

Syukur, pemerintahan baru telah memimpin bangsa ini setelah melewati masa panjang penantian rakyat yang melibatkan mereka secara langsung dalam memilihnya. Dengan kejadian itu, maka ada pihak yang mengatakan bahwa baru kali inilah bangsa ini sebenernya menemukan kemerdekaannya yang sejati sejak kemerdekaan awalnya 58 tahun yang lalu. Dalam persfektif ekonomi, selama kurun waktu 58 tahun telah banyak riwayat kebijaksanaan ekonomi yang dilakukan pemerintah dan telah menyebabkan kejadian – kejadian ekonomi yang pasang surut, mulai dari masa rekontruksi, kejayaan maupun masa kesulitan ekonomi. Masalah yang patut diperhatikan adalah anggapan dari beberapa pihak yang kritis mengatakan bahwa hingga kini, setelah l5 masa pemerintahan silih berganti, pemerintah tampaknya belum mampu merumuskan kebijaksanaan ekonomi yang sesuai dengan semangat dan komdisi riel perekonomian bangsa Indonesia .

Oleh karena itu, mungkin inilah saatnya pemerintahan baru yang terpilih perlu menjadikan momentum ini sebagai awal dalam menemukan dan menetapkan kebijakan dasar bagi kebijaksanan ekonomi bangsa yang hakiki sesuai amanat UUD Negara. Artinya, bahwa tanggung jawab pemerintahan baru dalam kebijaksanaan ekonomi harus bukan hanya dimaksudkan menyelesaikan masalah target – target material ekonomi jangka pendek, seperti mengatasi krisis yang masih berlangsung, tetapi jauh dari itu adalah harus meletakkan sendi – sendi moral ekonomi bangsa yang sebenarnya, yakni ekonomi bangsa yang mandiri dan merdeka. Setelah memperhatikan dan mengamati berbagai informasi yang ada dari pokok – pokok pikiran saat kampanye lalu, maka secara tersirat pemerintahaan yang baru ini telah berkeinginan untuk merealisasikan tujuan pokok kebijaksanaan ekonomi tersebut. Tetapi, setelah kabinet Indonesia bersatu dilantilk, banyak pihak meragukan hal tersebut, akibat beberapa anggota kabinet yang diragukan kredibilitasnya yang tidak akan memihak pada kepentingan bangsa. Namun berjalannya waktu, pelan tapi pasti tampaknya arah program kebijaksanaan ekonomi yang disusun oleh Kabinet Indonesia bersatu, sedikit demi sedikit mulai terkuak, dan tampaknya arah kebijaksanaan ekonomi yang disusun sudah mulai berada pada jalur yang benar.







BAB II
PENGARUH-PENGARUH BISNIS GLOBAL


1. PENGARUH TERHADAP KONSUMSI

Pengaruh penting terhadap konsumsi masyarakat adalah bergesernya garis consumption possibility frontier ( CPF ) ke atas . ini berarti bahwa karena perdagangan, masyarakat bisa berkonsumsi dalam jumlah yang lebih besar dari pada sebelum ada perdangan. Ini sama saja mengatakan bahwa pendapatan riil masyarakat ( Yaitu, pendapatan yang di ukur dari berapa jumlah barang yang bisa di beli oleh jumlah uang tersebut ), meningkat dengan adanya perdagangan.

Kita akan perkenalkan konsep yang sering di sebut dengan nama transformasi. Transformasi adalah proses pengubahan sumber – sumber ekonomi atau barang – barang dalam negeri menjadi barang – barang lain yang bisa memenuhi kebutuhan ( konsumsi ) masyarakat. Konsep transformasi mencakup :
• Transformasi melalui produksi, yaitu memasukkan sumber – sumber ekonomi ( input ) ke dalam pabrik – pabrik dan proses produksi lain untuk menghasilkan barang – barang akhir ( output ). Inilah “ proses produksi “ dalam arti yang biasanya di gunakan.
• Transformasi melalui perdagangan, yaitu menukarkan suatu barang dengan barang lain yang ( lebih ) kita butuhkan. Dari segi arti ekonomisnya menukarkan satu barang dengan barang lain melalui perdagangan adalah juga suatu “ porses pengubahan “, tidak ada bedanya dengan proses pengubahan melalui pabrik – pabrik ( proses produksi ). Keduanya mencapai hasil yang sama, yaitu mengubah satu barang menjadi barang lain ( yang di anggap lebih bernilai atau di butuhkan ).

Dalam ekonomi tertutup hanya ada satu proses transformasi bagi masyarakat menjadi dua macam, yaitu “ proses produksi “ dan “ proses perdagangan/ pertukaran “. Inilah sumber dari kenaikan pendapatan riil masyarakat dari perdaganga luar negeri : yaitu adanya kemungkinan yang lebih luas ( dan lebih mengunutngkan ) untuk mentrasformasikan sumber – sumber ekonomi dalam negeri menjadi barng – barang yang di butuhkna masyarakat. Jadi menutup kemungkinan transformasi melalui perdagangan adalah sama saja dengan menutup kemungkinan di perolehnya kenaikan pendapatan riil. Berapa besar kenaikan pendapatan riil dari adanya perdagangan, tergantung pada sampai berapa jauh dasar penukarannya “ membaik “ setelah ada perdagangan.

Ada satu lagi pengaruh yang penting dari perdagangan terhadap pola konsumsi masyrakat. Pengaruh ini di kenal dengan nama demonstration effects. Demonstration effects atau “ pengaruh percontohan “ adalah pengaruh yang bersifat langsung dari perdagangan terhadap pola dan kecendrungan berkonsumsi masyarakat. Pengaruh ini bisa bersifat positif dan bersifat negative. Demonstration effects yang bersifat positif adal perubahan pola dan kecendrungan berkonsumsi yang mendorong kemauan untuk berproduksi lebih besar. Jadi misalnya J.S. Miil berkat bahwa “terutama dinegara-negara yang masih pada tahap perkembangan ekonomi yang rendah…. Ada kemumngkinan ada dalam keadaan tertidur dan puas diri, dengan perasaan bahwa selera dan keinginan mereka sudah semuanya terpenuhi… Dibukanya perdagangan luar negeri kadang-kadang bisa memounyai pengaruh yang serupa dengan “Revolusi Industri” dengan diperkenalkan barang-barang naru kepada penduduk atau karena terbukanya kemungkinan bagi mereka untuk memproleh barang-barang yang sebelumnya tak terbyangkan bisa terjangkau oleh mereka…

Demontrasi effect yang bersifat negative adalah apabila dibukanya hubungan denga luar negeri menimbulkan pola dan kebiasaan kunsomsi asing yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan perekonomian tersebut.

Menentukan apakah pengaruh positif lebih besar dari pengaruh negarif atau sebaliknya, adalah persoalan yang sulit. Kita harus melihat kasus demi kasus. Banyak bentuk pengaruh yang tidak bisa diukur dengan tepat, sehingga unsur subjektifitas (atau kecenderungan ideologis) sering tidak bisa dihindari. Beberapa Negara (seperi RRC dan Negara-negara sosialis lain) berpendapat bahwa pengaruh negatifnya lebih besar. Negara-negara barat yang telah maju dan sejumlah Negara-negara sedang berkembang berangggapan sbaliknya, yaitu menganggap bahwa pengaruh negatifnya tidak melebihi pengaruh positifnya. RRC dan beberapa Negara sosialis lainnya dengan perekonomian yang relative tertutup, bisa mencapai laju pertumbuhan yang sangat tinggi. Sebaliknya Jepang, Singapura, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, yang mempunyai perekonomian terbuka juga bisa mencapai laju pertumbuhan yang sangat mengesankan.
Nampaknya ada factor lain yang lebih menentukan apakah suatu masyarakat adalah masyarakat yang hemat dan ber pola konsumsi Yang wajar atau masyarakat yang boros dan berpola konsumsi mewah. Factor ini adalah pola distribusi kekeyaan dan pendapatan yang ada didalam masyarakat. Pola distribusi yang timpang menimbulkan pola konsumsi yang timpang dan boros, dan ini berlaku baik bagi ekonomi tertutup maupun ekonomi terbuka. Adanya perdagangan luar negeri mungkin membuat ketimpangan pola konsumsi tersebut lebih menyolok, karena mereka melakukan konsumsi yang berlebihan cenderung untuk memilih barang-barang “luar negeri” dan gaya hidup “luar negeri”. Namun dalam hal ini masalah pokoknya sebenarnya bukan karena masyarakat tersebut menbuka hubungan dengan luar negeri, tetapi karena sejak awal distribusi kekayaan dan pendaoata didalm negeri memang timpang. Jelas menutup diri dari percaturan ekonomi dunia bukanlah obatnya.

Singkatnya “Demontration Effects” memang ada tetapi apakah efek negarifnya atau efek positifnya lebih menonjol sulit untuk ditentukan secara umum. Ini tergantung situasinya kasus demi kasus. Namun kita juga harus berhati-hati dalam menentuka apakah pola Konsumsi yang “keliru’” memang karena demonstration Effects atau sebab-sebab lain.

2. PENGARUH TERHADAP PRODUKSI

Perdagangan luar negeri mempunyai pengaruh yang kompleks terhadap sektor produksi didalam negeri. Secara umum kita bisa menyebutkan empat macam pengaruh yang bekerja melalui adanya :
a) Spesialisasi produksi
b) Kenaikan “investasi surplus”
c) “vont for surplus”
d) Kenaikan produktivitas.

A. Spesialisasi

Kita telah melihat bahwa perdagangan internasional mendorong masing – masing Negara kearah spesialisasi dalam produksi barang di mana Negara tersebut memiliki keunggulan komparatifnya. Dalam kasus constant – cost, akan terjadi spesialisasi produksi yang penuh, sedangkan dalam kasus increasing-cost terjadi spesialisasi yang tidak penuh. Yang perlu diingat di sini adalah bahwa spesialisasi itu sendiri tidak membawa manfaat kepada masyarakat kecuali apabila disertai kemungkinan menukarkan hasil produksinya dengan barang-barang lain yang dibutuhkan. Spesialisasi plus perdagangan bisa meningkatkan oendapatan riil masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justru menurunkan pendapatan riil dan kesejahteraan masyarakat.

Ada tiga keadaan yang membuat spesialisasi dan perdagangan tidak selalu bermanfaat bagi suatu Negara. Ketiga keadaan ini berkaitan dengan kemungkinan spesialisasi produksi yang terlalu jauh, arinya adanya sektor produksi yang terlalu terpusatkan pada satu atau dua barang saja. Ketiga keadaan ini adalah :
• Ketidakstabilan pasar luar negeri.
• Bayangkan suatu Negara yang karena dorongan spesialisasi dari perdagangan, hanya memproduksi karet dan kayu. Apabila harga karet dan harga kayu dunia jatuh, maka perekonomian dalam negeri otomatis akan ikut jatuh. Lain halnya apabila Negara tersebut tidak hanya berspesialisasi pada kedua barang tersebut, tetapi juga memproduksikan barang-barang lain baik untuk eksport maupun untuk dalam negeri. Turunnya harga dari satu atau dua barang mungkin bisa diimbangi oleh naiknya harga barang-barang lain.
• Keamanan Nasional
• Bayangkan suatu Negara hanya memproduksi satu barang, misalnya karet, dan harus mengimport seluruh kebutuhan bahan makanannya. Meskipun karet adalah cabang produksi dimana Negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yang paling tinggi, sehingga bisa meningkatkan CPF-nya setinggi mungkin, tentunya keadaan seperti di atas tidak sehat. Seandainya terjadi perang atau apapun yang menghambat perdagangan luar negeri, dari manakah diperoleh bahan makanan bagi penduduk Negara tersebut? Jelas bahwa pola produksi seperti yang didektikan oleh keunggulan komparatif tidak harus selalu diikuti apabila ternyata kelangsungan hidup Negara itu sendiri sama sekali tidak terjamin.
• Dualisme
• Keadaan di Negara-negara sedang berkembang setelah kemerdekaan mereka, memang sudah menunjukkan perubahan. Tetapi sering belum merupakan perubahan yang fundamental. Sektor eksport yang “modern” masih nampak belum bisa menunjang sektor dalam negeri yang “traditional”

B. Investible Surplus Meningkat.

Perdagangan meningkatkan pendapatan riil masyarakat. Dengan pendapatan riil yang lebih tinggi berarti Negara tersebut mampu untuk menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi (inilah yang disebut “Investible Suplus”). Investasi yang lebih tinggi berarti laju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Jadi perdagangan bisa mendorang laju pertumbuhan ekonomi.
Inilah inti dari pengaruh perdagangan International terhadap produksi lewat Investible Surplus. Ada tiga hal mengenai pengarug ini yang perlu dicatat :
a) Kita harus menanyakan berapa dari manfaat perdagangan (kenaikan pendapatan riil) yang diterima oleh warga Negara-negara tersebut. Dengan lain perkataan, yang lebih penting adalah berapa kenaikan GNP, bukan kenaikan GDP, yang ditimbulkan oleh adanya perdagangan.
b) Kita harus menanyakan pula beraoa dari kenaikan pendaptan riil karena perdagangan tersebut akan diterjemahkan menjadi kenaikan investasi dalam negeri, dan berapa ternyata dibelanjakan untuk konsumsi yang lebih tinggi atau ditransfer keluar negeri oleh perusahaan asing sebagai imbalan bagi modal yang ditanamkannya?
c) Kita harus pula membedakan antara “pertumbuhan ekonomi” dan “pembangunan ekonomi”. Disebutkan di atas bagaimana dualisme dalam struktur perekonomian bisa timbul dari adanya perdagangan internasional.
Inti dari uraian di atas adalah bahwa kenaikan investible surplus karena perdagangan adalah sesuatu yang nyata. Tetapi kita harus mempertanyakan lebih lanjut siapa yang mempeoleh manfaat, berapa besar manfaat tersebut yang di realisir sebagai investasi dalam negeri, dan adakah pengaruh dari manfaat tersebut terhadap permbangunan ekonomi dalam ari yang sesungguhnya.

C. Vent For Surplus

Konsep ini aslinya berasal dari Adam Smith. Menurut Smith, perdagangan luar negeri membuka daerah pasar baru yang lebih luas bagi hasil-hasil dalam negeri. Produksi dalam negeri yang semula terbatas karena terbatasnya pasar didalam negeri, sekarang bisa diperbesar lagi.Sumber-sumber ekonoomi yang semula menganggur (surplus) sekarag memperoleh saluran (vent) untuk bisa dimanfaatkan, karena adanya daerah pasar yang baru. Inti dari konsep “ vent for surplus” adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terangsang oleh terbukanya daerah pasar yang baru.

Inti dari proses “ven for surplus” ini tetap sama baik dulu maupun sekarang, yaitu sumber-sumber ekonomi yang tidak bisa dimanfaatkan kecuali apabila ada saluran ke pasar dunia dan apabila modal asing diperkenankan masuk. Kunci daripada apakah proses “vent for surplus” ini akan menghasilkan pembangunan ekonomi dalam arti sesungguhnya ataukah hanya “pertumbuhan ekonomi” seperti yang telah terjadi di zaman lampau, terletak ditangan pemerintah nasional. Mereka harus bisa meraih sebagian besar dari “manfaat perdagangan” yang dihasilkan dan menggunakannya bagi kepentingan pembangunan nasional dalam arti yang sebenarnya.



D. Produktivitas.

Pengaruh yang sangat penting dari perdagangan luar negeri terhadap sektor produksi adalah berupa peningkatan produktivitas dan efesiensi pada umumnya. Kita bisa membedakan tiga sumber utama dari peningkatan produktivitas dan efesiensi yang timbul oleh adanya pedagangan luar negeri.
• Economic of Scale.
Dengan makin luasnya pasaran, produksi bisa diperbesar dan dilakukan dengan cara yang lebih mudah dan efesien. (Economic of Scale menurunkan long run average cost dari sesuatu sektor industri).
• Teknologi Baru.
Perdagangan international dan hubungan luar negeri pada umumnya dikatakan sebagai media yang penting bagi penyebaran teknologi dari Negara-negara maju ke Negara-negara belum maju. Bentuk yang lansung dari penyebaran teknologi ini adalah apabila dengan dibukanya hubungan dengan luar negeri, suatu Negara bisa mengimpor barang (misalnya, mesin) yang bisa meningkatkan produktivitas di dalam negeri.
• Rangsangan Persaingan.
Peningkatan efesiensi tidak hanya bisa terjadi lewat teknologi baru, tetapi juga bisa “lewat pasar”. Dikatakan bahwa dibukanya perdagangan international tidak jarang membuat sektor-sektor tertentu didalam perekonomian yang semula “tertidur” dan tidak efesien menjadi sektor-sektor yang lebih dinamis, berkar adanya pengaruh persaingan dari luar.

Jadi perdagangan luar negeri bisa meningkatkan efesiensi suatu sektor melalui peningkatan persaingan. Ada beberapa hal yang penting untuk dicatat mengenai kemungkinan peningkatan produktivitas ( efesiensi ) melalui hubungan Internasional ini. Di antara ketiga sumber peningkatan produktifitas, yaitu : economies of scale, tekhnologi baru dan rangsangan persaingan.


3. PENGARUH TERHADAP DISTRIBUSI PENDAPATAN

Apakah pengaruh dibukanya hubungan internasional terhadap distribusi pendapatan?
Ada dua sudut pandang yang mempunyai kesimpulan yang bertolak belakang satu sama lain. Sudut pandang yang pertama adalah dari kaum Neoklasik dan sudut pandang yang kedua adalah dari golongan yang tidak percaya akan kebenaran teori Neoklasik (termasuk di sini golongan ekonom yang tidak tergolong radikal, tetapi anti Neoklasik, seperti Gunnar Myrdal).
Menurut kaum Neoklasik hubungan luar negeri mempunyai pengaruh lebih meratakan ditribusi pendapatan didalam negeri dan antar Negara. Menurut mereka, hubungan luar negeri mempengaruhi distribusi pendapatan lewat dua saluran utama, yaitu saluran perdagangan dan saluran aliran modal.

Satu kesimpulan penting nahwa suatu Negara cenderung berspesialisasi dalam barang-barang yang menggunakan factor produksi yang tersedia relative lebih banyak didalam negeri. Jadi,Negara B yang memiliki relative banyak tenaga kerja daripada barang capital,cenderung berspesialisasi dalam produksi barang-barang yang padat karya. Sedangkan Negara A yang relative lebih kaya barang capital daripada tenaga kerja cenderung untuk berspesialisasi dakam barang-barang yang padat dan capital. Inilah iinti dari teori heckscher-Ohlin. Konsekuensi selanjutnya dlam kesimpulan ini,sebelim perdagangan terjadi di Negara B yang langka barng capital “harga”barang capital yang sangat tinggi. Ini berarti bahwa pendapatan dari pemilik tenaga kerja ( buruh ) adalah rendah. Sebaliknya, di Negara A, penghasilan perunit capital relatif lebih rendah dari pada pengahasilan perunit tenaga kerja. Sekarang perdagangan terjadi. Negar B akan berspelisasi dalam produksi barang padat – karya dan negar A dalam produksi barang padat Kapital. Di negara B, kecendrungan spesialisasi ini berarti bahwa penggunaan ( atau “ permintaan “) akan tenag kerja meningkat, sedang penggunaan ( atau “ permintaan “ ) akan barang – capital relative menurun. Yang trjadi selanjutnya adalah “ harga “ barang capital relative menurun dan “ haraga “ harga tenaga kerja relative meningkat dan penghasilan pemilik capital menurun. Di negar A sebaliknya terjadi karena spesialisasi kea rah barang – barang yang padat – capital, pengahasilan buruh menurun dan pengahasilan pemilik modal meningkat. Jadi kesimpulannya adalh bahwa perdagangan cenderung meratakan disribusi pendapatan yaitu di man fungsi produksi di kedua Negara sama, selera kedua Negara adalah sama. Ada persaingan sempurna di semua pasar, telah di buktikan bahwa perdagangan bisa menyamakan tingkat up[ah ( penghasilan tenaga kerja ) di kedua Negara dan menyamakan tingkat bunga ( penghasilan capital ) di kedua Negara, meskipun tidak terjadi perpindahan factor produksi dari negar satu ke negar lain. Dalil ini di sebut dalil penyamakan haraga factor produksi ( factor price equalization theorem ) dari stopler dan samuelson.

Bagaimanakah dengan adanya kemungkinan modal mengalir dari satu negar ke Negara lain ? adanaya kemungkinan memperkuat lagi proses kea rah kemerataan distribusi pendapat. Kecendrungan yang timbul adalah bahwa modal akan mengalir dari negar A yang memiliki barang capital yang relative banyak ke Negara B yang langka barang capital, dan aliran ini cenderung menyamakan penghasilan pemilik kapita;l dfi kedua negar yaitu pemilik Negara capital di negara B mengalami penurunan pengahasilan. Jadi adanya kemungkinan faktor produksi kapital mengalir dari saru Negara ke negara lain, memperkuat kecendrungan kearah distribusi pendapatan yang lebih merata. Seandainya faktor produksi tenaga kerja juga di perkenankan untuk mengalir dari satu Negara ke Negara lain ( yaitu, seandainya bebas untuk berpindah negara ) maka kecendrungan kearah penyamaan tingkat upah dan tingkat bunga secara sempurna. Ironisnya, mereka yang mendukung kebebasan perdagangan dan kebebasan aliran modal seringkali tidak mendukung kebebasan aliran tenaga kerja.

Di dalam suatu negar, “ perdagangan bebasa “ dan penanaman modal asing hanya bisa menumbuhkan sektor “ modern “ dan tidak terhadap sektor “ tradisional “. Dan kesenjangan “ Gap “ antara sektor ini dan sektor “ tradisional “ justru semakin lebar. Di dalam negeri kekuasaan perusahaan – perusahaan multinasional semakin besar dan memtikan perusahaan – perusahaan kecil dalam negeri. Menurut mereka distribusi pendapatan akan semakin buruk.

BAB IV
KESIMPULAN

1. Pengaruh hubungan ekonomi luar negeri terhadap perekonomian dalam negeri bisa di kelompokkan sebagai (a) penagruh terhadap konsumsi , (b) penagruh terhadap produksi , dan (c) penagruh terhadap distribusi pendapatan.

2. pengaruh utam terhadap konsumsi ada dua, yaitu ; (a) kenaikan CPF (atau pendapataan riil ) , (b) efek percontohan ( demonstration effects ) . Demontrasion Effects bisa bersifat positif (merangsang minat berproduksi) atau bersifat negatif (merangsang konsumsi berlebihan). Apakah pengaruh positif atau negative yang lebih menonjol, harus dilihat kasus demi kasus.


3. pengaruh terhadap produksi bisa digolongkan menjadi pengaruh melalui : (a) Spesialisasi. (b) Vent for Surplus (c) peningkatan produktivitas. Spesialisasi mempunyai aspek positif dan negatifnya. Aspek negativenya bisa diatasi dengan diversifikasi produksi.

4. perdagangan luar negeri menciptakan pasaran yang lebih luas (vent) bagi hasil produksi dalam negeri, sehingga sumber-sumber ekonomi yang belum semua dimanfaatkan (surplus) bisa dimanfaatkan. Modal dan teknologi asing biasanya diperlukan untuk pemanfaatan sumber-sumber ekonomi ini. Di masa lampau modal dan teknologi asing masuk ke sektor perkebunan, sekarang ke sektor sumber-sumber alam (energi).

5. hubungan luar negeri meningkatkan produktivitas melalui (a) Economiies of scale yang dimungkinkan oleh makin luasnya pasar, (b) Teknologi baru yany dialihkan dari luar negeri (c) Rangsangan persaingan.”pengalihan teknologi” mendapat prhatian yang khusus dalam perundingan international maupun dalam pengkajian ilmiah. Economiies of scale dan rangsangan persaingan belum mendapat perhatian yang sepadan.

6. ada dua sudut panadang mengenai pengaruh hubungan ekonomi international terhadap distribusi pendapatan, yaitu pendapat kaum neoklasik dan pendapat golongan antineoklasik. Kaum neoklasik mengatakan bahwa baik perdagangan international maupun aliran modal international cenderung untuk meratakan distribusi pendapatan didalam suatu Negara maupun antar Negara. Masing-masing sudut pandangan mempunyai unsur kebenarannya, sehingga masalahnya harus dilihat kasus demi kasus.

7. aspek nonekonomis dari hubungan international sangat penting dan saling berkaitan satu sama lain dan dengan aspek ekonomis. Kebijaksanaan luar negeri yang terpadu memerlukan pemikiran dari ahli-ahli berbagai cabang ilmu.

8. pandangan Neoklasik atau “mainstream ecenomics” mengenai perdagangan international bukab satu-satunya kebenaran. Pandangan lain yang berasal dari golongan (radical economies) atau (political economy) menyoroti as[ek kelembagaan, pola kekuasaan ekonomi dan sejarah. Menurut pandangan yang disebut terakhir ini, perdangangan sering justru merugikan salah satu pihak, biasanya pihak yang kedudukan politik dan ekonominya lemah. Adanya unsure monopoli menimbulkan eksploitasi, bukannya pertukaran yang saling menguntungkan. Kolonialisme politik dan ekonomi adalah contoh-contoh sejarah yang mendukunmg pandangan ini.